Tantehot's Blog

Spermaku ditelan Tante

Posted in tante hot by tantehot on March 27, 2010
Kejadian ini terjadi ketika aku kelas 2 SMP, yah aku perkirakan umur aku
waktu itu baru saja 13 tahun. Aku entah kenapa yah perkembangan sexnya
begitu cepat sampai-sampai umur segitu sudah mau ngerasain yang enak-enak.
Yah itu semua karena temen nyokap kali yah, soalnya temen nyokap Aku yang
namanya Tante Resa orangnya cantik banget, langsing dan juga awet muda bikin
aku bergetar.
Tante Resa ini tinggal dekat rumahku, hanya beda 5 rumahlah, nah Tante Resa
ini cukup deket sama keluargaku meskipun enggak ada hubungan saudara. Dan
dapat dipastikan kalau sore biasanya banyak ibu-ibu suka ngumpul di rumahku
buat sekedar ngobrol bahkan suka ngomongin suaminya sendiri. Nah Tante Resa
inilah yang bikin aku cepet gede (maklumlah anak masih puber kan biasanya
suka yang cepet-cepet).

Biasanya Tante Resa kalau ke rumah Aku selalu memakai daster atau
kadang-kadang celana pendek yang bikin aku ser.. ser.. ser.. Biasanya kalau
sudah sore tuh ibu-ibu suka ngumpul di ruang TV dan biasanya juga aku
pura-pura nonton TV saja sambil lirak lirik. Tante Resa ini entah sengaja
atau nggak aku juga enggak tahu yah. Dia sering kalau duduk itu tuh
mengangkang, kadang pahanya kebuka dikit bikin Aku ser.. ser lagi deh hmm.

Apa keasyikan ngobrolnya apa emang sengaja Aku juga enggak bisa ngerti, tapi
yang pasti sih aku kadang puas banget sampai-sampai kebayang kalau lagi
tidur. Kadang kalau sedang ngerumpi sampai ketawa sampai lupa kalau duduk
nya Tante Resa ngangkang sampai-sampai celana dalemnya keliatan (wuih aku
suka banget nih). Pernah aku hampir ketahuan pas lagi ngelirik wah rasanya
ada perasaan takut malu sampai-sampai Aku enggak bisa ngomong sampai panas
dingin tapi Tante Resa malah diam saja malah dia tambahin lagi deh gaya
duduknya. Nah dari situ aku sudah mulai suka sama tuh Tante yang satu itu.
Setiap hari pasti Aku melihat yang namanya paha sama celana dalem tuh Tante.


Pernah juga Aku waktu jalan-jalan bareng ibu-ibu ke puncak nginep di villa.
Ibu-ibu hanya bawa anaknya, nah kebetulan Mami Aku ngajak Aku pasti Tante
Resa pula ikut wah asyik juga nih pikir ku. Waktu hari ke-2 malam-malam
sekitar jam 8-9 mereka ngobrol di luar deket taman sambil bakar jagung.
Ternyata mereka sedang bercerita tentang hantu, ih dasar ibu-ibu masih juga
kaya anak kecil ceritanya yang serem-serem, pas waktu itu Tante Resa mau ke
WC tapi dia takut. Tentu saja Tante Resa diketawain sama ganknya karena
enggak berani ke WC sendiri karena di villa enggak ada orang jadinya takut
sampai-sampai dia mau kencing di deket pojokan taman.
Lalu Tante Resa menarik tangan Aku minta ditemenin ke WC, yah aku sih mau
saja. Pergilah aku ke dalam villa sama Tante Resa, sesampainya Aku di dalam
villa Aku nunggu di luar WC eh malah Tante Resan ngajak masuk nemenin dia
soalnya katanya dia takut.
"Junior temenin Tante yah tunggu di sini saja buka saja pintu nya enggak
usah ditutup, Tante takut nih", kata Tante Resa sambil mulai berjongkok.
Dia mulai menurunkan celana pendeknya sebatas betis dan juga celana dalamnya
yang berwarna putih ada motif rendanya sebatas lutut juga. "Serr.. rr..
serr.. psstt", kalau enggak salah gitu deh bunyinya. Jantungku sampai
deg-degan waktu liat Tante Resa kencing, dalam hatiku, kalau saja Tante Resa
boleh ngasih liat terus boleh memegangnya hmm. Sampai-sampai aku bengong
ngeliat Tante Resa.
"Heh kenapa kamu Junior kok diam gitu awas nanti kesambet" kata Tante Resa.
"Ah enggak apa-apa Tante", jawabku. "Pasti kamu lagi mikir yang
enggak-enggak yah, kok melihatnya ke bawah terus sih?", tanya Tante Resa.
"Enggak kok Tante, aku hanya belum pernah liat cewek kencing dan kaya apa
sih bentuk itunya cewek?" tanyaku.
Tante Resa cebok dan bangun tanpa menaikkan celana sama CDnya.
"Kamu mau liat Junior? Nih Tante kasih liat tapi jangan bilang-bilang yah
nanti Tante enggak enak sama Mamamu", kata Tante Resa.
Aku hanya mengangguk mengiyakan saja. Lalu tanganku dipegang ke arah
vaginanya. Aku tambah deg-degan sampai panas dingin karena baru kali ini Aku
megang sama melihat yang namanya memek. Tante Resa membiarkanku
memegang-megang vaginanya.
"Sudah yah Junior nanti enggak enak sama ibu-ibu yang lain dikirain kita
ngapain lagi".
"Iyah Tante", jawabku.
Lalu Tante Resa menaikan celana dalam juga celana pendeknya terus kami
gabung lagi sama ibu-ibu yang lain.
Esoknya aku masih belum bisa melupakan hal semalam sampai sampai aku panas
dingin. Hari ini semua pengen pergi jalan-jalan dari pagi sampai sore buat
belanja oleh-oleh rekreasi. Tapi aku enggak ikut karena badanku enggak enak.

"Junior, kamu enggak ikut?" tanya mamiku. "Enggak yah Mam aku enggak enak
badan nih tapi aku minta di bawain kue mochi saja yah Mah" kataku. "Yah
sudah istirahat yah jangan main-main lagi" kata Mami. "Resa, kamu mau kan
tolong jagain si Junior nih yah, nanti kalau kamu ada pesenan yang mau di
beli biar sini aku beliin" kata Mami pada Tante Resa. "Iya deh Kak aku
jagain si Junior tapi beliin aku tales sama sayuran yah, aku mau bawa itu
buat pulang besok" kata Tante Resa.
Akhirnya mereka semua pergi, hanya tinggal aku dan Tante Resa berdua saja di
villa, Tante Resa baik juga sampai-sampai aku di bikinin bubur buat sarapan,
jam menunjukan pukul 9 pagi waktu itu.
"Kamu sakit apa sih Junior? kok lemes gitu?" tanya Tante Resa sambil nyuapin
aku dengan bubur ayam buatannya. "Enggak tahu nih Tante kepalaku juga pusing
sama panas dingin aja nih yang di rasa" kataku.

Tante Resa begitu perhatian padaku, maklumlah di usia perkawinannya yang
sudah 5 tahun dia belum dikaruniai seorang buah hati pun.
"Kepala yang mana Junior atas apa yang bawah?" kelakar Tante Resa padaku.
Aku pun bingung, "Memangya kepala yang bawah ada Tante? kan kepala kita
hanya satu?" jawabku polos.
"Itu tuh yang itu yang kamu sering tutupin pake segitiga pengaman" kata
Tante Resa sambil memegang si kecilku. "Ah Tante bisa saja" kataku. "Eh
jangan-jangan kamu sakit gara-gara semalam yah" aku hanya diam saja.

Selesai sarapan badanku dibasuh air hangat oleh Tante Resa, pada waktu dia
ingin membuka celanaku, kubilang, "Tante enggak usah deh Tante biar Junior
saja yang ngelap, kan malu sama Tante" "Enggak apa-apa, tanggung kok" kata
Tante Resa sambil menurunkan celanaku dan CDku.
Dilapnya si kecilku dengan hati-hati, aku hanya diam saja. "Junior mau
enggak pusingnya hilang? Biar Tante obatin yah" "Pakai apa Tan, aku enggak
tahu obatnya" kataku polos. "Iyah kamu tenang saja yah" kata Tante Resa.
Lalu digenggamnya batang penisku dan dielusnya langsung spontan saat itu
juga penisku berdiri tegak. Dikocoknya pelan-pelan tapi pasti sampai-sampai
aku melayang karena baru pertama kali merasakan yang seperti ini.
"Achh.. cchh.." aku hanya mendesah pelan dan tanpa kusadari tanganku
memegang vagina Tante Resa yang masih di balut dengan celana pendek dan CD
tapi Tante Resa hanya diam saja sambil tertawa kecil terus masih melakukan
kocokannya. Sekitar 10 menit kemudian aku merasakan mau kencing.
"Tante sudah dulu yah aku mau kencing nih" kataku. "Sudah, kencingnya di
mulut Tante saja yah enggak apa-apa kok" kata Tante Resa.
Aku bingung campur heran melihat penisku dikulum dalam mulut Tante Resa
karena Tante Resa tahu aku sudah mau keluar dan aku hanya bisa diam karena
merasakan enaknya.
"Hhgg..achh.. Tante aku mau kencing nih bener " kataku sambil meremas vagina
Tante Resa yang kurasakan berdenyut-denyut. Tante Resapun langsung menghisap
dengan agresifnya dan badanku pun mengejang keras. "Croott.. ser.. err..
srett.." muncratlah air maniku dalam mulut Tante Resa , Tante Resa pun
langsung menyedot sambil menelan maniku sambil menjilatnya. Dan kurasakan
vagina Tante Resa berdenyut kencang sampai-sampai aku merasakan celana Tante
Resa lembab dan agak basah. "Enak kan Junior, pusingnya pasti hilang kan?"
kata Tante Resa.
"Tapi Tante aku minta maaf yah aku enggak enak sama Tante nih soalnya
Tante.."
"Sudah enggak apa-apa kok, oh iya kencing kamu kok kental banget, wangi
lagi, kamu enggak pernah ngocok Junior?" "Enggak Tante"
Tanpa kusadari tanganku masih memegang vagina Tante Resa.
"Loh tangan kamu kenapa kok di situ terus sih". Aku jadi salah tingkah
"Sudah enggak apa-apa kok, Tante ngerti" katanya padaku. "Tante boleh enggak
Junior megang itu Tante lagi" pintaku pada Tante Resa. Tante Resa pun
melepaskan celana pendeknya, kulihat celana dalam Tante Resa basah entah
kenapa. "Tante kencing yah?" tanyaku. "Enggak ini namanya Tante nafsu Junior
sampai-sampai celana dalam Tante basah".
Dilepaskannya pula celana dalam Tante Resa dan mengelap vaginanya dengan
handukku. Lalu Tante Resa duduk di sampingku
"Junior pegang nih enggak apa-apa kok sudah Tante lap" katanya. Akupun mulai
memegang vagina Tante Resa dengan tangan yang agak gemetar, Tante Resa hanya
ketawa kecil.
"Junior, kenapa? Biasa saja donk kok gemetar kaya gitu sih" kata Tante Resa.
Dia mulai memegang penisku lagi, "Junior Tante mau itu nih". "Mau apa
Tante?" "Itu tuh", aku bingung atas permintaan Tante Resa. "Hmm itu tuh,
punya kamu di masukin ke dalam itunya Tante kamu mau kan?" "Tapi Junior
Junior enggak bisa Tante caranya" "Sudah, kamu diam saja biar Tante yang
ajarin kamu yah" kata Tante Resa padaku.
Mulailah tangannya mengelus penisku biar bangun kembali tapi aku juga enggak
tinggal diam aku coba mengelus-elus vagina Tante Resa yang ditumbuhi bulu
halus.
"Junior jilatin donk punya Tante yah" katanya. "Tante Junior Junior enggak
bisa, nanti muntah lagi" "Coba saja Junior"
Tante pun langsung mengambil posisi 69. Aku di bawah, Tante Resa di atas dan
tanpa pikir panjang Tante Resa pun mulai mengulum penisku.
"Achh.. hgghhghh.. Tante"
Aku pun sebenarnya ada rasa geli tapi ketika kucium vagina Tante Resa tidak
berbau apa-apa. Aku mau juga menjilatinya kurang lebih baunya vagina Tante
Resa seperti wangi daun pandan (asli aku juga bingung kok bisa gitu yah) aku
mulai menjilati vagina Tante Resa sambil tanganku melepaskan kaus u can see
Tante Resa dan juga melepaskan kaitan BH-nya, kini kami sama-sama telanjang
bulat.
Tante Resa pun masih asyik mengulum penisku yang masih layu kemudian Tante
Resa menghentikannya dan berbalik menghadapku langsung mencium bibirku
dengan nafas yang penuh nafsu dan menderu.
"Kamu tahu enggak mandi kucing Junior" kata Tante Resa.
Aku hanya menggelengkan kepala dan Tante Resa pun langsung menjilati leherku
menciuminya sampai-sampai aku menggelinjang hebat, ciumannya berlanjut
sampai ke putingku, dikulumnya di jilatnya, lalu ke perutku, terus turun ke
selangkanganku dan penisku pun mulai bereaksi mengeras. Dijilatinya paha
sebelah dalamku dan aku hanya menggelinjang hebat karena di bagian ini aku
tak kuasa menahan rasa geli campur kenikmatan yang begitu dahsyat. Tante
Resa pun langsung menjilati penisku tanpa mengulumnya seperti tadi dia
menghisap-hisap bijiku dan juga terus sampai-sampai lubang pantatku pun
dijilatinya sampai aku merasakan anusku basah.
Kulihat payudara Tante Resa mengeras, Tante Resa menjilati sampai ke betisku
dan kembali ke bibirku dikulumnya sambil tangannya mengocok penisku,
tanganku pun meremas payudara Tante Resa. Entah mengapa aku jadi ingin
menjilati vagina Tante Resa, langsung Tante Resa kubaringkan dan aku bangun,
langsung kujilati vagina Tante Resa seperti menjilati es krim.
"Achh.. uhh.. hhghh.. acch Junior enak banget terus Junior, yang itu isep
jilatin Junior" kata Tante Resa sambil menunjuk sesuatu yang menonjol di
atas bibir vaginanya.
Aku langsung menjilatinya dan menghisapnya, banyak sekali lendir yang keluar
dari vagina Tante Resa tanpa sengaja tertelan olehku.
"Junior masukin donk Tante enggak tahan nih" "Tante gimana caranya?"
Tante Resa pun menyuruhku tidur dan dia jongkok di atas penisku dan langsung
menancapkannya ke dalam vaginanya. Tante Resa naik turun seperti orang naik
kuda kadang melakukan gerakan maju mundur. Setengah jam kami bergumul dan
Tante Resa pun mengejang hebat.
"Junior Tante mau keluar nih eghh.. huhh achh" erang Tante Resa.
Akupun disuruhnya untuk menaik turunkan pantatku dan tak lama kurasakan ada
sesuatu yang hangat mengalir dari dalam vagina Tante Resa. Hmm sungguh
pengalaman pertamaku dan juga kurasakan vagina Tante Resa mungurut-urut
penisku dan juga menyedotnya. Kurasakan Tante Resa sudah orgasme dan
permainan kami terhenti sejenak. Tante Resa tidak mencabut penisku dan
membiarkanya di dalam vaginanya.
"Junior nanti kalau mau kencing kaya tadi bilang ya" pinta Tante Resa
padaku.
Akupun langsung mengiyakan tanpa mengetahui maksudnya dan Tante Resapun
langsung mengocok penisku dengan vaginanya dengan posisi yang seperti tadi.
"Achh .. Tante enak banget achh.., gfggfgfg.." kataku dan tak lama aku pun
merasakan hal yang seperti tadi lagi. "Tante Junior kayanya mau kencing
niih"
Tante Resa pun langsung bangun dan mengulum penisku yang masih lengket
dengan cairan kewanitaanya, tanpa malu dia menghisapnya dan tak lama
menyemburlah cairan maniku untuk yang ke 2 kalinya dan seperti yang pertama
Tante Resa pun menelannya dan menghisap ujung kepala penisku untuk menyedot
habis maniku dan akupun langsung lemas tapi disertai kenikmatan yang alang
kepalang.
Kami pun langsung mandi ke kamar mandi berdua dengan telanjang bulat dan
kami melakukannya lagi di kamar mandi dengan posisi Tante Resa menungging di
pinggir bak mandi. Aku melakukannya dengan cermat atas arahan Tante Resa
yang hebat.

Selesai itu jam pun menunjukan pukul 1 siang langsung makan siang dengan
telur dadar buatan Tante Resa, setelah itu kamipun capai sekali
sampai-sampai tertidur dengan Tante Resa di sampingku, tapi tanganku
kuselipkan di dalam celana dalam Tante Resa. Kami terbangun pada pukul 3
sore dan sekali lagi kami melakukannya atas permintaan Tante Resa, tepat jam
4:30 kami mengakhiri dan kembali mandi, dan rombongan ibu-ibu pun pulang
pukul 6 sore.
"Junior kamu sudah baikan?" tanya Mamiku. "Sudah mam, aku sudah seger n fit
nih" kataku.
"Kamu kasih makan apa Ni, si Junior Junior sampai-sampai langsung sehat"
tanya Mami sama Tante Resa.
"Hanya bubur ayam sama makan siang telur dadar terus kukasih saja obat anti
panas" kata Tante Resa.
Esoknya kamipun pulang ke jakarta dan di mobil pun aku duduk di samping
Tante Resa yang semobil denganku. Mami yang menyopir ditemani Ibu Herman di
depan. Di dalam mobilpun aku masih mencuri-curi memegang barangnya Tante
Resa.

Sampai sekarang pun aku masih suka melakukannya dengan Tante Resa bila
rumahku kosong atau terkadang ke hotel dengan Tante Resa. Sekali waktu aku
pernah mengeluarkan spermaku di dalam sampai 3 kali. Kini Tante Resa sudah
dikarunia 2 orang anak yang cantik. Baru kuketahui bahwa suami Tante Resa
ternyata menagalami ejakulasi dini. Sebenarnya kini aku bingung akan status
anak Tante Resa.

Yah, begitulah kisahku sampai sekarang aku tetap menjadi PIL Tante Resa
bahkan aku jadi lebih suka dengan wanita yang lebih tua dariku. Pernah juga
aku menemani seorang kenalan Tante Resa yang nasibnya sama seperti Tante
Resa, mempunyai suami yang ejakulasi dini dan suka daun muda buat obat awet
muda, dengan menelan air mani pria muda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: